Gane Barat-Gane Timur Tuntut Kabupaten Sendiri

TERNATE-Setelah pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara resmi menjadi kabupaten sendiri, terpisah dari kabupaten induk Halmahera Utara, daerah-daerah lain seperti Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan dan Pulau Taliabu Kabupaten Kepulauan Sula menuntut berpisah dan dari kabupaten induk untuk menjadi kabupaten sendiri.
Dan terakhir, muncul tuntutan pembentukan kabupaten baru yakni kabupaten Gane Barat-Gane Timur, wilayah kabupaten Halmahera Selatan dan kabupaten Subaim di Halmahera Timur. Tuntutan pemekaran sejumlah wilayah di provinsi Maluku Utara untuk menjadi kabupaten sendiri memiliki alasan yang sama. Pembagian gue pembangunan tidak merata.
Meski tiga daerah yang menunut pemekaran kabupaten itu masih melakukan perjuangan secara diam-diam, namun tuntutan pemekaran Gane Barat-Gane Timur justeru makin gencar dilakukan. Bahkan pada hari Minggu, (14/11) lusa nanti, rencana akan dilakukan deklarasi pembentukan kabupaten baru diujung pulau Halmahera tersebut di Saketa, ibukota kecamatan Gane Barat.
Menurut Hasan, Ketua Deklarator, deklarasi ini merupakan awal perjuangan tuntutan kabupaten Gane Barat-Gane Timur. Usai deklarasi, masyarakat Gane Barat-Gane Timur meneruskan ke DPRD Kabupaten Halmahera Selatan di Labuha Pulau Bacan, DPRD Provinsi Maluku Utara di Ternate serta DPR-RI di Jakarta.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku Utara ini, tuntutan kabupaten baru Gane Barat-Gane Timur agak berbeda dengan tuntutan pemekaran beberapa daerah lain di Maluku Utara. Tuntutan ini bukan untuk pembentukan kabupaten baru, melainkan pemindahan kabupaten Halmahera Selatan dari pulau Bacan ke daratan Halmahera.
Artinya kata Hasan, dengan pindahnya kabupaten Halmahera Selatan ke daratan Halmahera, maka Pulau Bacan diperjuangkan menjadi Kotamadya. “Jadi perjuangan ini sekaligus tuntutan pembentukan Kota Labuha sebagai ibukota Kota Bacan Kepulauan,” jelas Hasan lagi.
Hasan menjelaskan, pemindahan kabupaten Halmahera Selatan ke daratan Halmahera justeru memiliki keunggulan tersendiri. Selain didukung dengan potensi sumberdaya alam, baik laut maupun hasil tambang dan hutan, sumberdaya manusia sangat mendukung. Apalagi secara administrative, Gane Barat-Gane Timur kini memiliki tujuh kecamatan dengan jumlah penduduk 60 ribu lebih. “Ini sangat layak dibandingkan kabupaten Halmahera Tengah yang jumlah penduduknya hanya 30-an ribu,” ujar Hasan memberi argumentasi.
Yang pasti tutur Hasan, kajian akademik kini telah dipersiapkan untuk mendukung perjuangan tuntutan pemekaran kabupaten Halmahera Selatan. Bahkan salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Maluku Utara dan salah satu anggota DPR-RI ikut mendukung perjuangan ini. Bahkan katanya, masyarakat Gane Barat-Gane Timur siap memberikan lahan untuk pembangunan infrastruktur pemerintahan jika tuntutan ini terealisasi. (ais)

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: