Wallace Hadiri Konferensi ARW di Makassar

PENEMU varietas habitat paling unik di dunia, Alfred Russel Wallace, Kamis (11/12) kemarin, hadir bersama 200 peserta “Konferensi Internasional Alfred Russel Wallace” di Makassar, Sulawesi Selatan.
Alfred Russel Wallace, warga negara Inggris yang juga penemu teori evolusi, sebelumnya pernah berkunjung ke Indonesia pada tahun 1858 dan membuat Garis Wallace, sebuah garis pemisah habitat hewan dan tumbuhan dari Kupang di NTT sampai ke utara di Ternate melalui Laut Banda.
Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof. DR.Sangkot Marsuki pada pembukaan konferensi ARW di Baruga Sangiangseri Makassar itu mengatakan, teori ovulasi yang ditemukan ARW adalah sebuah sains yang sangat luar biasa. Teori tersebut mengalahkan teori Darwin.
Menurut Prof.Sangkot, kedatangan ARW dalam konferensi internasional ini akan lebih mempertajam target yang akan dicapai, yakni meningkatkan kerja sama ilmu pengetahuan tentang varietasi geng ovulasi yang telah terbangun di setiap negara, khususnya Indonesia yang mempunyai keanekaragaman hayati paling indah.
Indonesia memiliki kekayaan alam hayati terbaik di dunia. Salah satu daya tarik Indonesia, adalah pelestarian alam serta daya sains tentang ovulasi.
Prof Sangkot menilai, penemuan ARW pada flora dan fauna di Indonesia merupakan kelestarian alam yang sangat memukau. Sebagai petualang gang kerap mengembangkan ilmu alam yang ada di Indonesia, ARW mencermati suatu kehidupan dari tidak bergerak hingga berbentuk gen ovulasi.
Di Pulau Kalimantan, ARW menemukan gajah, sedangkan di Pulau Sulawesi ia tak ditemukan hewan tersebut, melainkan hewan lain, sehingga ia mengambil kesimpulan bahwa ovulasi species adalah pendorong varietas di sebuah wilayah.
Sementara itu, mantan Menteri Lingkungan Hidup, Prof.DR.Emil Salim yang ditemui di sela-sela acara yang sama mengatakan, kedatangan ARW ke Indonesia adalah untuk melakukan penelitian. “Ia menemukan banyak varietas kehidupan yang unik di nusantara,” kata Emil.
Meski saat itu sedang sakit malaria, kata Emil, ARW tetap saja melakukan penelitian. Saat ini, varietas yang terbesar di dunia adalah Brasil, dan Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah varietas terunik.
Ditunjuknya Makassar menjadi tuan rumah konferensi internasional ini karena “Kota Angingmammiri” ini merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan di kawasan timur Indonesia (KTI). Sedangkan mengenai waktu penyelenggaraannya, Sangkot mengatakan, umumnya orang Eropa dan Amerika datang ke Indonesia pada akhir tahun seperti sekarang ini, karena di bulan-bulan lainnya mereka gunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.
Kedatangan ARW ke Indonesia, tidak langsung ke ibukota negara di Jakarta, tapi lebih dulu ke Pulau Lombok, Bali, Sulawesi dan Ternate. Hal itu karena di tempat inilah ARW dulu mengembangkan teori ovulasinya hingga ia menarik Garis Wallace dari Kupang ke Ternate. Hadir dalam konferensi ini Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang, mantan Gubernur Sulsel Profesor Ahmad Amiruddin, Walikota Ternate Syamsir Andili serta sejumlah duta besar negara sahabat. (klc)

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: