Tak Jelas Investasi Korea untuk Jarak US $ 300 Juta di Maluku Utara

TERNATE-PT AGB Energi, sebuah perusahaan asal Korea yang berencana menanamkan investasi sebesar US$300 juta untuk mengembangkan tanaman jarak pagar (jatropha) seluas 300 ribu hektar (ha) di Provinsi Maluku Utara hingga kini tak jelas kelanjutannya.

Padahal rencana investasi perusahaan tersebut telah dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara Presiden Direktur PT AGB Energi, Kim Tae Sik dengan Gubernur Maluku Utara, Thaib Armaiyn dan Bupati Halmahera Utara, Hein Namotemo di Jakarta pada 2997 lalu.

Presiden Direktur PT AGB Energi Kim Tae Sik menyatakan, pada tahap awal direncanakan pengolahan lahan seluas 100 ribu ha dalam waktu kurang lebih lima tahun dengan nilai investasi US$100 juta. “Pada tahun keenam kami akan memantau perkembangan situasi dan kondisi untuk menambah investasi seluas 200 ribu ha secara bertahap dengan nilai investasi US$200 juta,” katanya.

Menurut dia, dengan pengembangan 100 ribu ha perkebunan jarak tersebut diharapkan mampu menghasilkan minyak jarak sebanyak 170 ribu ton per tahun yang mana rencananya untuk memenuhi pasar dalam negeri maupun ekspor. Dia menyatakan, untuk pengembangan jarak pagar tersebut nantinya akan melibatkan petani setempat sehingga sehingga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sebagaimana dalam nota kesepahaman disebutkan pada tahap pertama akan ditanam 100 ribu ha yang mana 20 ribu ha di lahan PT AGB Energi dan 80 ribu ha ditanam petani setempat melalui KUD. Sementara itu untuk tahap kedua dan ketiga masing-masing 100 ribu ha akan ditanam oleh petani setempat melalui KUD.

Menurut Kim Tae Sik, saat ini yang masih menjadi kendala untuk segera merealisasikan program pengembangan tanaman jarak tersebut yakni pasokan bibit jarak yang mana per hektar diperlukan 2.500 biji atau sekitar 500 ribu ton per tahun kebutuhan totalnya.

Selain pengembangan kebun jarak, tambahnya, nantinya juga akan didirikan pabrik pengolahan minyak jarak yang mana setiap dua hingga tiga desa berdiri satu unit pabrik pengolahan.

Sementara itu Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn menyatakan, Selain di kabupaten Halmahera Utara di beberapa kabupaten lain juga akan dijadikan lokasi pengembangan jarak pagar seperti Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, dan kabupaten Kepulauan Sula. “Halmahera Utara menjadi prioritas pengembangan Jarak Pagar tahap pertama yang 100 ribu ha tersebut,” katanya.

Menurut dia, untuk mengembangkan tanaman jarak pagar tersebut pihaknya akan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang tidak terpakai serta areal hutan. Pada kesempatan itu Sekjen Deptan, Hasanuddin Ibrahim menyatakan, Deptan mendukung pengembangan jarak pagar di provinsi Maluku Utara dengan membangun infrastruktur perkebunan maupun pengembangan riset bibit tanaman jarak serta penguatan kelembagaan petani. (klc)

Ditulis dalam Tak Berkategori. Tag: . Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: