Pemkot Ternate Segera Bangun Tugu Wallace

TERNATE-Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate segera membangun Tugu Wallace di Kelurahan Santiong, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Sesuai petunjuk yang didapat dari data tertulis dalam catatan Wallace yang hanya berjalan 5 menit menuju Pasar Gamalama. Kemudian untuk melihat Kota Ternate harus menghadap ke arah timur laut.

Lokasi Tugu Wallace yang akan dibangun itu, kini telah berdiri sebuah berlantai dua. Namun berdasarkan petunjuk dari data tertulis catatan Wallace itu, Pemkot Ternate siap melakukan ganti rugi untuk kepentingan pembangunan tersebut.Alfred Russel WallaceAlfred Russel Wallace

Sebelumnya, melalui berbagai perdebatan ilmiah, akhirnya tugu memperingati tokoh ilmuwan biogeografi dari Inggris, Alfred Russel Wallace (1823-1913), di Indonesia ditetapkan di Ternate, Provinsi Maluku Utara. Lokasi tugu adalah sebuah rumah yang diduga pernah disinggahi Wallace di Jalan Nuri, Santiong Ternate.

Sebelumnya, nama jalan telah diresmikan oleh Walikota Ternate Syamsir Andili. Jalan yang sebelumnya adalah jalan Nuri kini telah berubah menjadi jalan Wallace, pemberian nama untuk jalan, Alfred Russel Wallace.

Sebelum peresmian jalan, telah digelar prasimposium yang berlangsung pada 2-3 Desember 2008 lalu di Metting Room Magugawene, Ngade Ternate. “Sebelum tahun 2009 nanti akan dicetuskan sebagai ’Darwinian of The Year’. Banyak ilmuwan, terutama di Inggris, memunculkan nama Wallace untuk dikenang sebagai pencetus teori evolusi pula,” kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Umar Anggara Jenie sebagaimana dikutip Kompas.

Menurut Umar, Wallace di usia 35 tahun, 6 Maret 1858, lebih dulu menulis catatan mengenai evolusi fauna yang tak bisa bertahan, sebagai fauna yang akan punah. Catatan itu dituangkan ke dalam surat berjudul ”On The Tendency of Varieties to Depart Indefinitely from The Original Type”, lalu dikirimkan ke Charles Darwin.

”Surat Wallace itu ditulis setahun sebelum Darwin mengemukakan teori evolusinya. Jadi, Wallace lebih dulu mengungkapkan hal-hal berkaitan dengan teori evolusi yang kemudian diungkapkan Darwin,” kata Umar.

Menurut Endang, pengungkapan spesies-spesies endemik di wilayah Indonesia timur yang dibatasi garis imajiner wallacea menunjang ekoturisme yang saat ini belum berkembang baik. Garis imajiner wallacea memisahkan jenis satwa Indonesia bagian barat dan timur—dari palung Sulawesi ke selat Lombok.

”LIPI juga merintis Kebun Raya Enrekang di Sulawesi Tengah untuk pelestarian tumbuh-tumbuhan endemik, guna menunjang ekoturisme,” kata Endang. Menurut Hery Harjono, potensi ekoturisme juga didapat dari kondisi geologis. ”Subduksi di sana menciptakan pegunungan berpemandangan sangat indah,” kata Hery. (***/kps)

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: