Pesona Halmahera Timur

BANYAK yang tidak tahu bagian timur Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Tempat ini potensial untuk dijadikan tempat pariwisata karena banyaknya pulau berpasir putih. Pesona alam Halmahera Timur (Haltim) ibarat mutiara yang tertimbun pasir putih di banyak pulaunya yang menunggu untuk dikuak.

Ketika menyeberang dari Pantai Waysumo, Buli ke Maba, Ibukota Haltim, pemandangan yang dilalui air laut yang biru jernih serta beberapa pulau yang hijau dengan dominasi pohon nyiur, serta pasir putihnya yang berkilau terkena sinar matahari. “Di Haltim ada 41 pulau. 27 Pulau yang sudah bernama dan 14 lagi baru mau dinamai tahun ini,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Haltim, Ellen Uneputty.

peta Maluku Utarapeta Maluku UtaraSalah satu pulau yang dimiliki Haltim, menurut Ellen, adalah pulau terluar yaitu Pulau Jiuw yang berbatasan langsung dengan Republik Malau, hanya berjarak 50 mil. Ellen bercerita, taman laut juga menghiasai beberapa pulau. “Tak kalahlah dengan taman laut Bunaken di Manado,” ujarnya.

Menurut Ellen, potensi perikanan di daerahnya juga cukup bagus. Namun sayang kurang ditunjang oleh infrastruktur yang memadai.

Ketua DPRD Haltim, M Djufri Yakubi, juga tak ketinggalan bercerita. Menurutnya, Haltim yang berpenduduk 58 ribu di lahan 5.600 kilometer persegi ini mempunyai potensi perkebunan yang bisa dikembangkan, contohnya saja kelapa dan pala, serta hasil hutan lainnya seperti kayu ranti. Selain itu, pertambangan nikel juga turut menyumbang Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) kabupaten itu.

Djufri menjelaskan, Kabupaten Haltim terbentuk karena pemekaran daerah tahun 2003 berdasarkan UU No 1/2003 tentang pembentukan 8 kabupaten di Maluku Utara. “Tanggal 31 Mei kemarin Haltim baru ultah yang ke 5. Acaranya macam-macam, mulai dari balap motor sampai lomba dayung,” ujar Djufri.

Namun di balik keindahan itu semua tersimpan kesenjangan yang menghambat pertumbuhan. Kabupaten yang memiliki 10 kecamatan ini, hanya tersedia 6 sekolah menengah atas. Terdiri dari 4 SMU, 1 SMK, dan 1 MA. Sedangkan untuk SMP dan SD sudah ada di tiap kecamatan. “Iya sekolah menengah kurang. Tenaga guru juga kurang,” pungkas Wakil Ketua DPRD Ishak Jaelani.

Untuk masalah kesehatan, Haltim baru mempunyai sebuah RSUD. RSUD ini telah diresmikan 1 Juni 2007 lalu. “Sebelumnya di kecamatan ada puskesmas pembantu (pustu),” ujarnya.

Pasir yang menutupi mutiara itu tampaknya memang harus dikuak. Sehingga kilauan mutiara dapat terlihat dengan indahnya. (***/dtc)

Ditulis dalam Tak Berkategori. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: