Ketua dan Satu Anggota KPUD Malut Resmi Tersangka

TERNATE-Dua anggota KPU Provinsi Maluku Utara (Malut) masing-masing AK alias Aziz yang merupakan ketua dan ketua Pokja Pendaftaran Caleg, MT alias Mulyadi, sejak hari ini, resmi dijadikan tersangka oleh tim Gakumdu Polda Malut. Keduanya dianggap telah menyalahi konstitusi dalam menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg DPRD Propinsi Malut KPUD dan dianggap telah melecehkan sistem peradilan di Indonesia, termasuk mengabaikan surat Pengadilan Negeri Ternate.

“Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Berkasnya juga telah dilayangkan ke pihak kejaksaan untuk proses selanjutnya,” beber Kasubid Publikasi Humas Polda Malut, AKP Basri Halid sebagaimana dilansir okezone.

Dijadikannya tersangka kedua oknum tersebut berdasarkan laporan Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu 2009 Malut, pada 2 November lalu terkait persoalan Daftar Caleg Tetap (DPT) yang diplenokan KPUD di mana terdapat nama salah satu caleg yang dianggap bermasalah yakni Hendra Karianga.

Hendra yang merupakan ketua DPD partai Demokrat Maluku Utara dianggap tidak layak lagi oleh Panwas karena berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) telah memiliki hukum tetap. Dia divonis bersalah dengan masa hukuman di atas lima tahun.

KPUD dianggap telah melecehkan sistem peradilan di Indonesia termasuk mengabaikan surat Pengadilan Negeri Ternate yang menetapkan bahwa putusan kasus Hendra tersebut bersifat tetap di mana telah melalui sejumlah prosedur hukum mulai dari Pengadilan Negeri hingga Mahkamah Agung. Langkah KPUD ini oleh Panwas juga telah melecehkan konstitusi yakni pasal 50 ayat (1) huruf (g) UU Nomor 10 tahun 2007 tentang Pemilu.

KPUD juga dianggap menyisahkan masalah lain yakni terdapatnya empat nama baru yang dicantumkan pada DPT tersebut. Padahal, keempat nama itu tidak terdapat pada Daftar Calon Sementara (DCS) DPRD Propinsi Malut.

Keempat nama itu yakni, Ulfa Djahir (Caleg nomor urut 8 dari PDIP Dapil I Ternate-Halbar), Arfan TR Umasugi (Caleg nomor urut 3 dari PPD Dapil 4 Halsel) serta Nourul Pendjas Umatjinadan dan Irwan Ismunandar, keduanya dari PNI Marhaenisme nomor urut 1 dan 2 Dapil 5 Kepulauan Sula.

Selain terdapat penambahan nama, terjadi pertukaran nomor urut dan partai salah satu Caleg yakni Pdt Agustinus Nicolas yang sebelumnya merupakan Caleg PDK nomor urut 5, menjadi caleg nomor urut 1 dari Partai Republikan Dapil 1 Ternate-Halbar. (okz)

Ditulis dalam HUKUM. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: