Sultan Bacan Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Website

TERNATE-Setelah sekian lama melakukan penyidikan, dan serangkaian pemeriksaan, Polda Maluku Utara (Malut) akhirnya menetapkan 5 tersangka baru dalam kasus penyalahgunaan dana proyek pembangunan website dan tower kabupaten Halmahera Barat.

Sebanyak 5 orang pejabat maupun mantan pejabat yang resmi dijadikan tersangka di antaranya mantan Bupati Halmahera Barat (saat itu masih kabupaten Maluku Utara) Gahral Sjah, mantan Sekdakab Halbar Muhadjir Albaar.

Baik Gahral yang juga tak lain adalah Sultan Bacan dan Muhadjir yang sekarang menjabat sebagai Sekprov Malut, dijadikan tersangka atas tanggung jawabnya terhadap proses pencairan dana proyek senilai Rp7,8 miliar itu. Padahal proyek tersebut kala saat itu belum dijalankan bahkan belum diagendakan dalam APBD .

“Keduanya kami jadikan tersangka karena ada dugaan kuat akibat perbuatannya itu negara telah dirugikan sebesar Rp1,6 miliar sesuai laporan BPK,” kata direktur Reskrim Polda Malut Kombes Pol Boy Rafli saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya.

Selain keduanya, polisi juga menetapkan ketua DPRD Halbar Benny Andika Ama, plus dua pejabat teras Pemprov yakni mantan Kepala Dinas Sosial Malut Djafar Hamzah dan salah satu stafnya Noni Ahmad.

“Ketua DPRD kami jadikan tersangka karena berdasarkan pemeriksaan polisi terbukti menyetujui proses pencairan dana proyek tersebut. Sementara dua pejabat Dinsos itu terkait dengan adanya suap masing-masing senilai Rp100 juta dari dana tersebut yang diberikan pada mereka,” tambah Boy.

Dengan bertambahnya lima tersangka ini, total sudah tujuh orang yang dijadikan tersangka oleh polisi. Dua tersangka sebelumnya yakni mantan Kabag Keuangan Halbar Sahril Radjak dan Direktur Dwijoyo Grup, Yohanes Tendean beberapa bulan lalu.

Kasus ini sendiri mencuat setelah adanya laporan BPK bahwa uang Negara telah diselewengkan senilai Rp1,6 miliar dan berdasarkan laporan dari Bupati Halbar Namto Hui Roba yang merasa dirugikan akibat tidak terselesaikannya proyek tersebut.

Bahkan, Muhadjir sendiri baru memenuhi satu kali panggilan Polda setelah dipanggil berulang kali untuk menjalani pemeriksaan. Dan berbeda dengan Syahril dan yohanes yang langsung ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka, �kelima orang ini �kemungkinan tidak akan langsung ditahan terkait dengan jabatan mereka.

“Kasus ini masih harus dikembangkan. Soal penahanan masih dalam pertimbangan kami. Jika mereka kooperatif dalam pemeriksaan nanti, kemungkinan besar akan kami tangguhkan penahanannya,” ujar Boy beralasan. (okz)

Ditulis dalam HUKUM. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: