Anggota KPK Gadungan Dibekuk di Halmahera Utara

TERNATE-Polres Halmahera Utara (Polres) lewat satuan Intelkamnya berhasil membekuk Sony Sumampow (35), yang mengaku anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah beraksi selama 6 bulan dan berhasil memeras sejumlah pejabat, anggota KPK gadungan itu akhirnya ditangkap polisi di penginapan Green Wosia, Tobelo, Halmahera Utara.

Pelaku yang hanya tamatan SLTP itu terbilang cukup lihai dan cerdik dalam melakukan aksinya. Buktinya, uang jutaan rupiah berhasil didapat hanya dengan mengancam akan membeberkan kasus-kasus yang dilakukan para korban.

Bukan hanya pejabat, sejumlah kontraktor dan kepala desa pun tak luput dari aksi Sony. Bahkan, polisi setempat pun pernah ditipunya dengan mengaku sebagai intel dari Mabes Polri yang diperbantukan di KPK, dan korbannya beberapa anggota polisi setempat.

Terakhir sebelum dibekuk, pelaku berencana untuk datang memeriksa Bupati Halamahera Utara, Hein Namotemo, terkait dengan laporan yang telah masuk ke KPK. Bersama pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp.4.422.000 dan sebuah telepon genggam.

“Uang itu sisa dari hasil menipu kepala desa Biang, kecamatan Kao, dan salah satu kontraktor yang mengelola anggaran DAK (dana alokasi khusus) di Dikjar Halut yang ditotal keseluruhan Rp10 juta,” aku tersangka.

Pelaku sendiri saat ini sementara diperiksa secara intensif terkait pengembangan pemeriksaan penipuan terhadap kontraktor anggaran DAK Dikjar Halut. “Modus penipuannya dengan mencatut nama KPK, pelaku lalu memeras korban dengan dalil akan menutupi kasus mereka,” ujar Wakapolres Halut Kompol Matheys Beay.

Diungkap Wakapolres, kasus penipuan dan pemerasan dengan membawa nama KPK memang sudah marak di Halut sejak enam bulan belakangan. “Tapi baru kali ini, pelaku bisa ditangkap. Korbannya berasal dari kalangan pejabat, kepala desa, kontraktor tokoh masyarakat dan tokoh agama,” ungkap Theys.

Polisi juga kemungkinan akan mengembangkan kasus ini dengan meminta korban membeberkan nama-nama korbannya. “Tentunya akan kami kembangkan. Kecurigaan kami, bisa saja ada kejahatan yang dilakukan para korban sehingga bisa dengan mudah memberi uang pada pelaku,” tambahnya. (okz)

Ditulis dalam HUKUM. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: