Banyak Proyek Tahun Anggaran 2008 di Halsel Tak Selesai

Jalan sirtu selain ganggu lalu lintas juga menimbulkan penyakit sesak napas karena debu.

Jalan sirtu selain ganggu lalu lintas juga menimbulkan penyakit sesak napas karena debu.

LABUHA-Proyek tahun anggaran 2008 di kabupaten Halmahera Selatan hingga tahun anggaran selesai tak ada penyelesaian. Meski begitu, tak sikap tegas Pemda maupun instansi teknis terhadap perusahaan rekanan yang melaksanakan proyek tersebut.

Proyek tahun anggaran 2008 yang belumm selesai diantaranya, peningkatan jalan aspal ke hotmix dalam Kota Labuha yang dilaksasnakan PT. B, hingga saat ini masih dalam bentuk pasir dan batu alias Sirtu. Kondisi ini selain mengganggu arus lalu lintas juga menimbulkan gangguan pernapasan (ISPA) karena jalan tersebut berdebu.

Proyek pembangunan jalan yang nilainya kurang lebih Rp. 40 milyar itu, kini menjadi perhatian Komisi C DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Menurut Ketua Komisinya Ade Taher, pihaknya akan segera memanggil rekanan bersangkutan dan dinas teknis untuk dimintai penjelasan terkait proyek yang dianggap bermasalah karena belum rampungnya pekerjaan sementara tahun anggaran 2008 sudah berlalu.

Tak hanya itu, jalan dan jembatan darat di desa Songa juga tak kunjung selesai. Sementara jembatan berkonstruksi baja kali Mandaong tahap dua senilai Rp. 2 milyar yang dikerjakan CV. RAS juga hingga kini belum memulai kegiatan. Hasil pantauan Aspirasi News, tak tampak sepenggal baja pun berada di lokasi proyek.

Djafar Ely, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Halmahera Selatan dihubungi beberapa hari sebelumnya tak mau merinci soal terbengkalainya proyek tersebut.

Tapi Rusihan Djafar, sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Halmahera Selatan mengaku, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Bawasda terkait dengan tingkat capaian pekerjaan dengan besaran pemakaian anggaran. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan Bawasda dulu,” ujar Rusihan yang dihubungi diruang komisinya, Rabu, (7/1) siang.

Menurutnya, pemeriksaan Bawasda akan diketahui prosentase pekerjaan dan keseimbangan anggaran baru pihaknya bias menentukan sikap. Hasil pemeriksaan Bawasda nanti kata Rusihan, akan menentukan pemutusan hubungan kerja dengan rekanan pelaksana atau tidak.

Ketika ditanya kemungkinan proses hokum, baik Ade Taher maupun Rusihan menganggap proses hokum sangat penting untuk memberikan efek jera terhadap rekanan yang benar-benar lalai dalam penyelesaian pekerjaan.

Lalu apa kata Pemda setempat? Secara terpisah Wakil Bupati Rusli Abd. Wali, S.Ip, MBA justeru mengaku banyak proyek tahun anggaran 2008 yang tidakm selesai. Ini menurutnya, disebabkan tidak ada pengawasan dari dinas teknis. “Jadi jangan salahkan bupati atau wakil bupati. Tapi ini kesalahan dinas teknis,” elaknya. (sop)

Ditulis dalam DAERAH. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: