Bayi Tanpa Dubur, Orang Tua Kesulitan Biaya Pengobatan

TERNATE-Akhir-akhir ini, banyak kejadian aneh terjadi di Indonesia. Setelah gurita berkepala manusia. Di Ternate, Provinsi Maluku Utara pada 1 Januari lalu, lahir seorang bayi tanpa dubur.

Bayi lahir tanpa dubur masih dalam perawatan (foto repro okezon)

Bayi lahir tanpa dubur masih dalam perawatan (foto repro okezon)

Adalah pasangan suami istri Salim (35) dan Rusna (32). mereka dikaruniai putrid ketiganya, terpaksa hanya dilahirkan di rumah oleh seorang bidan desa karena keterbatasan biaya untuk bersalin di rumah sakit.

Sayangnya, belum hilang kebahagiaan si jambang bayi tersebut, kabar tak sedap justru muncul. Bayinya lahir tanpa memiliki dubur alias lubang  pembuangan (maaf) kotoran. “Awalnya kami justru tak tahu jika bayi ini punya dubur karena lahir dengan berat badan 3 Kg layaknya bayi sehat lainnya. Tapi bayi tersebut terus-terus saja menangis. Apalagi kecurigaan bayi tersebut tidak bisa buang air besar sejak lahir,” ujar Salim.
Akhirnya dengan biaya seadanya, warga kelurahan Kayu Merah, Ternate Selatan, provinsi Maluku Utara yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek itu membawa bayi yang belum diberi nama itu ke RSUD Chasan Boesoeri Ternate. “Setelah dirawat di RSUD selama 4 hari, dokter akhirnya mengoperasinya untuk mengeluarkan kotoran yang ada dalam perut bayi saya.”

Setelah menjalani operasi, bayi tersebut lantas dimasukan dalam inkubator. “Operasi yang dijalaninya ini masih sebatas operasi biasa karena menurut dokter, untuk membuat dubur buatan minimal bayi saya harus berusia di atas 6 bulan baru bisa menjalaninya,” ujarnya terenyuh.

Kesulitan Bayar Biaya Pengobatan
Penderitaan Salim dan keluarga memang belum usai. Saat ini, ayah bayi yang lahir tanpa dubur pada 1 Januari 2009 lalu itu kembali harus memutar otak untuk membayar ongkos perobatan bayi tersebut.

Bapak tiga anak itu bersama istrinya Rusna (32), saat ini tengah dipusingkan dengan biaya pengobatan anaknya yang sudah empat hari ini dirawat di inkubator ruang anak RSUD Chasan Boesoeri Ternate.

Penghasilan pria 35 tahun yang tak seberapa dari mengojek memang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dana sekitar Rp2 juta yang didapatnya dari pinjaman di sana sini dan bantuan rekan-rekan serta kerabatnya hanya cukup untuk membiayai operasi empat hari lalu.

Seraya berharap ada uluran tangan dari para dermawan, Salim juga menanti uluran tangan pemerintah agar bisa menolongnya membiayai pangobatan anaknya. “Saat ini kami tengah mengupayakan untuk mengurus kartu keluarga miskin (tak mampu) di kelurahan untuk mendapatkan kemudahan pengobatan karena masih ada operasi lanjutan nantinya,” tutur Salim sebagaimana dilansir okezone, Kamis (8/1).

Selain itu, Salim sendiri menitipkan salam kepada masyarakat melalui okezone seraya mengatakan, “Tolong ditulis bahwa kami sekeluarga berharap doa dari seluruh masyarakat agar kiranya bayi kami bisa diselamatkan,” ujarnya lirih. (okz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: