Kasus Dana Intensif RSUD Labuha Bakal Diproses Hukum

LABUHA-Kasus dana kesejahteraan dan intensif paramedic dan medis RSUD Labuha bakal ditindaklanjuti ke proses hukum, jika pihak-pihak yang berkepentingan tidak mengindahkan undangan hearing dengan DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, provinsi Maluku Utara.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi D Isra H. Hasan. Menurut Isra, Rabu, (14/1) kemarin pihaknya mengagendakan rapat tripartite lintas komisi dengan mengundang Direktur Utama RSUD Labuha Dr Rahmat, bendahara RSUD, BPKAD, Kabag Kepegawaian dan Kabag Hukum, namun mereka mangkir. Dan tidak menghadiri agenda hearing tersebut.

“Kalau nanti pertemuan kedua dan ketiga juga mereka tidak hadir, persoalan ini kita serahkan kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti, karena ini terkait dengan hak-hak pegawai RSUD yang diduga dipreteli oknum-oknum tertentu,” tegas Isra pada Aspirasi News, Rabu (14/1) siang.

Isra menyesalkan, dana kesejahteraan dan intensif paramedic selama tiga tahun berturut-turut baru dibayar delapan bulan pada 2008. Sementara dua tahun sebelumnya 2007 dana kesejahteraan dan insentif yang seharusnya masing-masing dibayar Rp 2 juta per orang hanya dobayar Rp 100 ribu per orang, sementara 2006 sama sekali tak dibayar.

Padahal sejak 2006, Pemda DPRD mengagendakan uang tersebut sebagai uang jasa yang implementasinya melalui Surat Keputusan Bupati Halmahera Selatan Nomor 134. Sesuai SK tersebut kata Isra, setiap karyawan diberikan intensif Rp. 2 juta dan jaga malam Rp 2 juta. “Jadi mereka mestinya menerima Rp. 4 juta per orang diluar gaji pokok,” terang Isra.

Yang aneh, sesuai penelusuran media ini, SK bupati tentang penetapan pemanfaatan dan pendapatan RSUD Labuha atas pelayanan kesehatan peserta Jamkesda, Askes Sosial dan Askeskin serta pasien umum tahun 2008 sebagai perubahan atas SK Bupati No. 134 A tentang hal yang sama dan ditanda tangani bupati tidak memiliki nomor, tanggal dan stempel.

Dengan begitu, diduga kuat selama 2007-2008 pihak RSUD mengkorup dana kesejahteraan dan intensif jaga malam paramedic dan medis rumah sakit kebanggaan masyarakat Halmahera Selatan tersebut. Hanya saja Dirut RSUD Labuha Dr Rahmat yang hendak dikonfirmasi di RSUD Labuha justeru tidak berada ditempat. (sop)

Ditulis dalam HUKUM. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: