Kasus Penebangan Hutan Lindung Mulai Disidangkan

LABUHA-Kasus Penebangan kawasan hutan lindung di Desa Loleongusu dan Akedabo, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara yang menyeret Kepala Dinas Kehutan setempat dan Mr Kim, warga Negara Kores yang juga kepala Base canp PT IWI negamulai sidangkan.

Sidang yang dilakukan secara terpisah antara Kadis Kehutan Halmahera Selatan Ridwan Mahmud dan Mr Kim, bertempat di Pengadilan Negeri Labuha. Sidang kali ini merupakan yang pertama kali dihadiri Ridwan Mahmud, guna mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan secara bergantian Muksin Umalekoa, SH dan I Made Dama, SH yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Labuha.

Dalam mendengarkan dakwaan JPU, Ridwan didampingi penasehat hukumnya Sofyam Kasim, SH dan Rekan. Pengacara yang didatangkan dari Jakarta ini beberapa kali sempat ditegur Ketua Majelis Hakim karena terlambat mendampingi kliennya. “Saudara seharusnya mendampingi klien sejak tahanan, jangan nanti persidangan sedang berlangsung baru saudara dating,” tegus Ketua Majelis Hakim Hendrik Agus Jaya, SH.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Hendrik Agus Jaya, SH dan dampingi hakim anggota Glenny J, SH, Fretes, SH dan Donald Sopacua, SH. Usai persidangan, terdakwa Ridwan dibawa kembali ke Rumah Tahanan (Rutan) Labuha dengan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Labuha.

Sementara Mr. Pah Kim, manager camp PT IWI disidangkan di lantai II Kantor Pengadilan Negeri Labuha dengan agenda pemeriksaan saksi. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Gab Komang Wijaya, SH, MH yang juga Ketua Pengadilan Pengadilan Negeri Labuha ini didampingi dua hakim anggota.

Saksi yang dihadirkan dalam siding Mr Kim yakni Yance Dadana, karyawan PT IWI dan Fahrijal Rahmad petugas Dinas Kehutanan yang mengeluarkan surat P2LHP serta Umar Puha, petugas Dinas Kehutanan yang mengeuarkan izin SK-SKB Dionas Kehutanan dan Perkebunan Halmahera Selatan.

Beberapa kali majelis hakim mengeluarkan peta izin areal, ketiga saksi mengakui PT IWI telah melakukan penebangan diluar batas merah (patok blok areal izin). Dan itu setelah dilaporkan kepada pimpinan masing-masing.

Menurut Yance, sebagai TUK telah melapor ke bosnya Mr Kim yang saat itu menjabat sebagai manager camp di Desa Loleongusu dan Akedabo. Sementara Fahrijal dan Umar dalam persidangan mengaku, telah melaporkan ke atasannya dalam hal ini Kadis Kehutanan. Dan sang kadis berjanji akan membentuk tim untuk menyelidiki. Hanya saja kata keduanya, belum sempat dibentuk tim aparat Kepolisian telah lebih dahulu turun ke lokasi. (sop)

Ditulis dalam HUKUM. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: