Moratorium untuk Bendung Pemekaran

USUL pemekaran daerah akan sulit dibendung terkecuali jika DPR dan pemerintah mau membuat keputusan politik untuk melakukan moratorium. Problem pemekaran adalah problem ekonomi politik di DPR. Pandangan tersebut disampaikan pengajar Universitas Indonesia, Prof Eko Prasojo.

Eko yang juga anggota Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah itu menyebutkan, faktor ekonomi politik sangat kompleks. Misalnya, para politisi telanjur berjanji dalam pemilu lalu untuk memekarkan daerah. Pemekaran juga terkait dengan janji Pemilu 2009, selain juga terkait dengan peluang kader partai politik untuk menjadi anggota DPRD dan jabatan eksekutif.

Eko mengakui, ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 mengenai Tata Cara Pembentukan, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah tidak lagi dijadikan pedoman karena pelolosan usul pemekaran lebih banyak karena pertimbangan ekonomi politik. Menurut Eko, dari ”paket” 17 rancangan undang-undang (RUU) pembentukan daerah yang diusulkan DPR, termasuk 2 RUU yang disetujui dalam Rapat Paripurna DPR 19 Desember 2008 lalu, sebenarnya hanya 3 yang layak diloloskan.

Anggota Komisi II DPR, Jazuli Juwaini (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera), menyebutkan tidak semua usul pemekaran diloloskan. Pemekaran diteruskan jika bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pelayanan publik, serta memutus rentang kendali yang terlalu panjang.

Untuk menilai itu, Departemen Dalam Negeri butuh data empirik. Dengan data itu, barulah pemerintah bisa membuat grand design mengenai kelayakan jumlah provinsi, kabupaten, dan kota seluruh Indonesia. (kppod)

Ditulis dalam DAERAH. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: