Mantan Penjabat Bupati Halsel Tersangka Kasus Selebaran SARA

TERNATE – Polres Kabupaten Halmahera Selatan telah menetapkan mantan Bupati Halmahera Selatan (Halsel) Arief sebagai tersangka dalam kasus beredarnya selebaran bernuansa SARA. Arief yang tak lain adalah bupati pertama Halsel, sebelumnya diperiksa selama delapan jam tanpa didampingi kuasa hukum karena diduga kuat turut menyebarkan selebaran berbau SARA yang mendiskreditkan Bupati Halsel Muhammad Kasuba dan wakilnya Rusli Abdul Wally.

“Beliau terindikasi sebagai penyandang dana penyebaran selebaran. Itu berdasarkan keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan siang ini,” kata Kasat Reskrim Polres Halsel AKP Anton Firmanto kepada wartawan di Ternate, Minggu (8/3).

Kehadiran selebaran dengan judul “Air Susu Dibalas Air Tuba” jelas akan memperkeruh suasana di Kabupaten Halsel, mengingat isinya membawa-bawa nama bupati dan wakil bupati yang kini tengah berurusan dengan polisi terkait sengketa pencemaran nama baik.

Dalam selebaran tersebut dipaparkan pidato bupati saat membuka Rakorda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setempat beberapa waktu lalu. Saat itu, bupati dikabarkan mengecam wakilnya dengan kata-kata tidak etis dan menuding Wally telah berpindah agama.

Selain itu, dalam selebaran itu juga disampaikan bahwa bupati dalam sebuah kesempatan pernah menyatakan tidak menyukai SDM lokal yang dianggap bodoh, tapi lebih mengakui SDM dari Jawa dan Sulawesi.

Bupati Halsel dalam selebaran itu digambarkan kerap menonjobkan para pejabat yang merupakan putra daerah dan merekrut pejabat dari luar daerah yang terindikasi merupakan titipan dari partainya.

Inti selebaran itu sendiri mengajak warga agar bangkit dan melakukan perlawanan pada bupati yang dinilai menjalankan sistem pemerintahan diktator. Selebaran ini sendiri beredar sejak terjadi perseteruan antara bupati dan wakilnya yang berujung pengaduan pencemaran nama baik ke Polda Malut beberapa waktu lalu.

Alhasil, kini polisi telah menetapkan empat orang tersangka kasus ini, di mana sebelumnya polisi telah menahan Aj, Ab, dan So. Ketiganya resmi ditahan sejak akhir bulan lalu setelah mengakui perbuatannya dihadapan polisi.

Polisi kini tengah mengincar Wakil Bupati Rusly A Wally yang ikut disebut-sebut bakal diperiksa atas kasus ini. “Wabup juga akan kami periksa dan kalau dalam pemeriksaan nanti ikut terlibat, tidak menutup kemungkinan akan kami jadikan tersangka juga,” tutup Anton. (okz)

Ditulis dalam HUKUM. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: