3 “Bidadari” Maluku Utara Menuju Senayan

TERNATE-Pemilu 2009 sudah berakhir. Siapa saja yang berpendar dengan kemenangan karena meraih kursi, dan siapa yang redup akibat menuai kegagalan sudah bisa diketahui. Untuk Maluku Utara (Malut) sendiri, meski harus melalui jalan berliku dan nyaris tanpa ujung setelah kerja-kerja beberapa KPU kabupaten diambil-alih KPU Provinsi karena gagal menyelesaikan kerjanya diambang batas deadline waktu, toh tetap kelar juga meski diwarnai protes keras parpol di mana memaksa aparat untuk mengangkat moncong senjatanya demi keamanan anggota KPU sendiri.

Hasilnya, sedikit mengejutkan. Hasil pleno KPU Provinsi dimentahkan KPU Pusat. Tiga nama yang digadang akan menduduki kursi di DPR-RI Senayan, berubah. Yamin Tawary (Partai Golkar), Hasan Husain Doa (Demokrat) dan M Syukur Mandar (Partai Hanura) harus gigit jari.

Lebih mengejutkan lagi, dari tiga jatah kursi di DPR-Ri itu seluruhnya “dikuasai” kaum hawa. Posisi Yamin digantikan kolega satu partainya Nurrohmah Ahmad Hidayat Mus yang tak lain isteri ketua DPD I Partai Golkar Malut, Ahmat Hidayat Mus yang juga Bupati Kepulauan Sula. Nurrohmah sendiri dinyatakan sebagai pemenang setelah meraup suara sebanyak 44.231 dari total 101.937 suara partai berlambang beringin itu.

Setali tiga uang, Nita Budhi Susati yang kini masih menjabat sebagai anggota DPD asal Malut juga sukses menggulingkan Hasan Doa. Istri Sultan Ternate Mudaffar Sjah itu, unggul berkat perolehan suara dari kabupaten Halmahera Barat berdasarkan pleno rekapitulasi KPU Pusat. Boki (permaisuri, red) Nita berhak maju atas 24.709 suara dari total 56.353 suara partai Demokrat.

Berbeda dengan dua Srikandi itu, PDI-P justru mengantarkan wakilnya Hayu Anggara Shelomita untuk “mengkudeta” partai Hanura dari keunggulannya. Kemenangan besar PDI-P di kabupaten Halbar juga akhirnya yang menjadi jalan bagi Hayu untuk melangkah ke Senayan berkat 23.000 suara yang diraupnya dari total 39.139 suara partai.

Minus Nita, melejitnya dua “Bidadari” tersebut memang di luar dugaan banyak kalangan. Selain baru turun bertarung di kancah politik, mereka harus bersaing dengan para politisi ulung di internal partai.

Nurrohmah harus menghadapi Yamin Tawary yang sudah menjadi langganan pemilik kursi DPR-RI. Sementara Hayu sendiri belum terlalu dikenal dikalangan masyarakat Malut.

Selain menjadi pukulan berat bagi para politisi pria, lolosnya ketiga wanita itupun dinilai cukup “melukai” perasaan para politisi di Malut. Mengapa? Ketiganya, bukanlah warga asli Maluku Utara melainkan berasal dari Jawa.

Setidaknya, mereka berhasil menembus tembok kokoh tradisi yang selama ini begitu mengental di mana Malut selalu mengirimkan wakilnya yang merupakan putra daerah asli ke DPR-RI. Lantas, faktor apa yang bisa membuat mereka bertiga bisa sukses?

“Ini akibat ketidakpercayaan publik pada politisi lokal lagi. Setiap kali duduk di DPR-RI mereka sedikit melupakan rakyat Malut, sehingga orang kini lebih percaya pada orang ?luar’. Bukan berarti sukuisme, tetapi itulah kenyataannya yang harus diterima,” ujar mantan anggota KPU Ternate, Syahrani Somadaya.

Lain DPR, lain pula yang terjadi di DPD. Jika di DPR terjadi perubahan besar, di DPD meski diisi wajah-wajah baru, justru komposisinya tidak berubah. Dari hasil penghitungan akhir, KPU akhirnya mengantongi nama empat calon yang bisa dipastikan mendapatkan kursi di Senayan Jakarta yakni Mathes Stevi Pasimanjeku, Kemala Motik Gafur, Mudaffar Sjah, dan Abdurachman Lahabato.

Empat pemenang yang berhasil memperoleh suara tertinggi itu, mewakili formasi pemenang lima tahun lalu, yakni satu Sultan, satu perwakilan perempuan, satu professional dan satu mewakili komunitas nonmuslim.

Praktis, dengan hasil ini, dua incumbent yang turut bertarung dipastikan gagal untuk kembali duduk sebagai anggota DPD-RI. Mereka yakni Anthony Charles Sunarjo dan Sultan Tidore, Djafar Sjah.

Dua anggota DPD lainnya yakni Nita Budhi Susanti yang juga permaisuri (Boki) Sultan Ternate, tidak lagi bertarung di DPD melainkan DPR-RI dari partai Demokrat. Sama seperti sebelumnya, Mathius Stevi Pasimanjeku mengikuti jejak Anthony Charles Sunarjo sebagai pemenang teratas dengan perolehan suara 69.487 suara. Kemenangan Stevi ini tak luput karena unggul mutlak di dua kabupaten yakni Halmahera Utara (40.032) dan Halmahera Barat (19.490).

Disusul wakil perempuan Komala Motik Gafur yang menggantikan Nita Budhi Susanti dengan perolehan suara 61.757. Komala yang merupakan isteri calon gubernur yang gagal Abdul Gafur, yang jadi satu-satunya perempuan di bursa pencalonan, meraih suara terbanyak di dua kabupaten yakni Tidore Kepulauan (5.813) Halmahera Timur (6.920) Halmahera Tengah (10.703) dan Kepulauan Sula (9.989).

Sultan Ternate Mudaffar Sjah yang menggantikan posisi Sultan Tidore Djafar Sjah, meski hanya menang secara mutlak di Ternate (32.568) namun karena mengumpulkan suara yang signifikan di beberapa daerah lain, akhirnya lolos di posisi tiga dengan perolehan total 56.695 suara.

Yang fenomenal, yakni kemenangan yang diraih wartawan senior Abdurachman Lahabato. Tak pernah ada yang memprediksi pemilik salah satu harian lokal di Ternate dan eks koresponden RCTI ini, bisa sukses finis di urutan keempat dan mengisi kursi terakhir setelah mengumpulkan suara sebanyak 52.564.

Rachman sendiri unggul di kabupaten dengan jiwa pilih terbesar yang Halmahera Selatan dengan perolehan suara 15.672. Rachman juga bersaing ketat dan hanya kalah tipis dari Stevi di Halut dengan perolehan 20.227 suara.

Perolehan Suara Akhir

– DPR-RI:
1. Nurrohmah A Hidayat Mus : 44.231 (101.937 suara Partai Golkar)
2. Nita Budhi Susanti : 24.709 (56.353 suara partai Demokrat)
3. Hayu Anggara Shelomita : 23.000 (39.139 suara PDI-P)

– Empat Besar DPD-RI
1. Mathes Stevi Pasimanjeku (69.487 suara)
2. Kemala Motik Gafur (61.757 suara)
3. Mudaffar Sjah (56.695)
4. Abdurachman Lahabato (52.564)

* sumber : KPU Propinsi Maluku Utara
(okz)

Ditulis dalam PEMILU. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: