Kota Ternate Alami Deflasi 1,07 Persen

KOTA Ternate, Maluku Utara (Malut) pada Juni 2009 mengalami deflasi sebesar 1,07 persen, atau terjadi penurunan Indek Harga Konsumen (IHK) dari 118,27 pada Mei 2009 menjadi 117,01 persen pada Juni 2009. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut Ibram Syahboedin di Ternate, Rabu mengatakan Ternate merupakan salah satu dari 19 kota di Indonesia yang pada Juni 2009 mengalami deflasi.

Deflasi di Kota Ternate pada Juni 2009 dipengaruhu oleh kelompok bahan makanan yang mencapai 4,25 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,55 persen, dan kelompok perumahan 0,00 persen serta kelompok sandang 0,19 persen. Selain itu, kata dia, juga dipengaruhi oleh kelompok kesehatan 0,37 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen.

Khusus untuk harga komoditi, yang menunjukkan penurunan pada Juni 2009 di antaranya cakalang, malalugis, tude, lolosi, ekor kuning, kembung, bayam, terong, goropa, tuma, bubara, ketela pohon, cabe rawit, pepaya bawang putih, kakap merah, pisang, wortel, dan sawi hijau.

Sedangkan harga komiditi yang mengalami kenaikan di antaranya tomat sayur, kangkung, cabe merah, mie, daging ayam ras, wortel, dan singkong, emas perhiasan, ketimun, pembasmi nyamuk bakar, labu siam, ikan asin belah dan kentang.

Khusus IHK dan inflasi menurut kelompok pengeluaran untuk bahan makanan di Ternate mengalami penurunan IHK, yaitu dari 138,34 pada Mei 2009 menjadi 132,47 pada Juni 2009, sehingga mengalami deflasi 4,24 persen dari 11 sub kelompok.

Menurut Ibram, dari 11 sub kelompok tersebut yang mengalami inflasi tertinggi sayur-sayuran sebesar 4,87 persen, sedangkan sub kelompok yang mengalami deflasi tertinggi ikan segar yang mencapai 15,40 persen.

Sementara itu, untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada Juni 2009 mengalami kenaikan indeks dari 116,03 menjadi 116,67, atau terjadi inflasi 0,55 persen.

Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar tidak mengalami perubahan.

Ia menambahkan, untuk kelompok sandang mengalami kenaikan dari 110,74 menjadi 110,95 atau menjadi inflasi 0,19 persen, begitu pula kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,37 persen.

Sementara kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga mengalami inflasi 0,09 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi serta jasa keuangan mengalami inflasi 0,22 persen. (bdc)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: