Pemerintah Putuskan Jamaah Haji Pakai Paspor Hijau

PASPOR coklat untuk jamaah haji Indonesia tinggal kenangan. Mulai musim haji tahun ini, jamaah haji kita memakai paspor hijau (paspor internasional) sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi.

Sebetulnya, pemerintah Indonesia telah meminta penangguhan hingga tahun depan. “Tetapi karena pemerintah Arab Saudi memberlakukan hal tersebut (paspor hijau) untuk semua sehingga sulit diberlakukan privilese,” kata Sekretaris Dirjen Haji dan Umrah Departemen Agama, Abdul Gafur Djawahir, pada detikcom , Kamis (2/7). Arab Saudi juga menolak permohonan penangguhan sejumlah negara lainnya.

Di Indonesia ada UU Imigrasi dan UU Haji yang mengharuskan jamaah haji kita untuk menggunakan paspor coklat (haji) dan di dalamnya terdapat sanksi pidana bagi warga negara yang melanggarnya. Agar tidak menyalahi UU, Departemen Agama (Depag) setelah berkonsultasi dengan Komisi VIII DPR RI 30 Juni lalu, sepakat untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Selain itu, Depag dengan Depdagri juga akan membentuk tim untuk memudahkan para jamaah haji agar tidak dipersulit dalam mengurus paspor, terutama bagi jamaah haji yang sudah tua.

Sementara itu, untuk biaya pembuatan paspor yang tadinya hanya memakan biaya Rp 5 ribu untuk paspor coklat, sedangkan untuk paspor hijau memakan biaya Rp 270 ribu, Abdul mengatakan hal tersebut akan ditanggung oleh Depag.

Untuk teknis lain, paspor haji yang dahulu tidak hanya berisi dokumen tapi terdapat pelayanan di dalamnya seperti entry dan exit permit. Supaya para jamaah haji tidak perlu membayar lagi, maka Depag akan membuat buku kecil yang ukurannya sama dengan paspor sehingga menjadi satu kesatuan. “Semoga ini diterima oleh pemerintah Arab Saudi, nanti kita akan koordinasi dengan mereka,” ucapnya.

Saat ditanya alasan apa yang membuat pemerintah Arab Saudi menerapkan penggunaan paspor hijau (internasional) bagi jamaah haji seluruh dunia, Abdul Gafur mengatakan tidak ada alasan spesifik dari mereka.

“Sejauh ini dalam surat menyurat tidak disebutkan alasan spesifiknya, hanya dalam rangka ketertiban,” jelasnya.

“Tapi bagaimanapun juga, kami menghargai kebijakan pemerintah Arab Saudi karena bagaimanapun kebijakan ini tidak hanya untuk Indonesia tapi untuk seluruh negara yang selama ini menggunakan paspor haji,” imbuhnya. (yn)

Ditulis dalam AGAMA. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: