Turun, Indeks Kedalaman dan Keparahan Kemiskinan di Malut

TERNATE-Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Provinsi Maluku Utara periode Maret 2007 – Maret 2009 menunjukkan kecenderungan menurun dari 2,23 pada Maret 2007 menjadi 1,5 pada Maret 2008, dan hingga Maret 2009 lalu turun menjadi 1,44.

“Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar jumlah dan prosentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan itu,” ujar Ibrar Syahboedin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara dalam siaran pers yang diterima, Kamis (9/7).

Menurutnya, penurunan nilai indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Maluku Utara menunjukkan, rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan, dan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin menyempit.

Nilai Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di daerah pedesaan kata Ibrar, jauh lebih tinggi dari perkotaan. Kondisi ini tak berbeda dengan keadaan Maret 2007, Maret 2008 dan Maret 2009.

Ibrar menjelaskan, pada Maret 2009, nilai indeks kedalaman kemiskinan perkotaan hanya 0,07, sementara di daerah pedesaan mencapai 2,02. Sementara indeks keparahan kemiskinan perkotaan pada Maret 2009 0,00, dan di daerah pedesaan 0,51. Karena itu Ibrar menyimpulkan

Ditulis dalam DAERAH. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: