Kurang Siswa SMK Neutika

Meski rutin mensosialisasikan sekolah, namun tidak ada peningkatan jumlah peminat. Ada anggapan, letak sekolah yang terlalu jauh bisa mempengaruhi minat masuk. Benarkah?

AWALNYA hanya satu jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Ternate. Dalam perkembangan, jurusan Neutika memang tidak pas diterapkan di sekolah ini. Sebab kurikulum di sekolah eks STM ini lebih mengarah pada teknologi, sementara jurusan Neutika lebih spesialisasi pada kelautan atau kemaritiman.

Otomatis kecenderungannya pada sumber daya kelautan dan perikanan. Bertepatan dengan program Direktorat Sekolah Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional tengah menggalakkan pembangunan sekolah pengembangan potensi sumber daya laut, memberi inspirasi para guru yang mengajar pada jurusan Neutika di SMK Negeri 2 merintis SMK Negeri 4.
Usaha dan kerja keras para guru ini membuahkan hasil. Pada 2001 mulai dibangun gedung sekolah melalui dana block grant dan APBD Provinsi Maluku Utara. Tiga tahun kemudian atau tepatnya pada 2004, gedung SMK Negeri 4 yang berlokasi di Kelurahan Kastela, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate Maluku Utara ini pun diresmikan sekaligus dilantik kepala sekolahnya Sutio Syawal, S.Pd. Sutio sebelumnya Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Ternate.
Gedung sekolah yang diresmikan itu tergolong megah. Terdiri dari 12 ruang kelas, satu ruang guru serta asrama siswa parmanen berkonstruksi dua lantai dengan jumlah siswa angkatan pertama tak sampai seratus orang. Setahun kemudian atau pada 2005, SMK Negeri 4 kembali memperoleh alokasi anggaran block grant untuk pembangunan infrastruktur. Penambahan ruang kelas baru, laboratorium serta perpustakaan.
Sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 2 hektar itu, hingga kini telah memiliki fasilitas lengkap. Selain ruang kelas, kantor, perpustakaan dan asrama siswa, juga memiliki faslitas pendukung laboratorium navigasi dan komunikasi, ruang peta, laboratorium konstruksi alat tangkap, laboratorium penangkapan ikan laboratorium workshop (bengkel kerja bangku), serta laboratorium komputer, fisika dan kimia. Justeru yang masih kurang disana adalah mobiler.
Sejak pertama dibuka dan masih menggunakan kurikulum 2004 program keahlian, baru dibuka dua jurusan. Budidaya Air Laut (BIAL) dan Neutika Ikan Air Laut (NIAL). Pada tahun ajaran 2008/2009 selain menggunakan kurikulum baru, juga menambah jurusan atau program keahlian. Diantaranya, Nautika Perikanan Laut (NPL), Teknik Perikanan Laut (TPL), dan Budidaya Ikan Air Laut (BIAL). Sekolah yang kini dipimpin Amin Hi.Djafar,S.Pd menggantikan Sutio Syawal sejak 2007 ini, memiliki 23 tenaga guru, satu pegawai Tata Usaha serta satu orang instruktur dengan jumlah siswa keseluruhan sekitar seratus orang lebih.
Memasuki tahun kelima sejak diresmikan, minat masuk SMK Negeri 4 tidak mengalami peningkatan signifikan. Yang jadi soal, apakah minim peminat atau sosialisasi yang kurang. Pihak sekolah mengaku, telah bekerja keras mensosialisasikan langsung maupun melalui brosur kepada masyarakat maupun ke sekolah-sekolah lanjutan pertama, namun tidak ada peningkatan. ”Setiap tahun kita cetak brosur dan edarkan ke sekolah-sekolah, khususnya SLTP,” ungkap Fahmi A.Simin,ST, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum pada Talenta.
Upaya mensosialisasikan sekolah telah maksimal, namun hasilnnya minimal disebabkan faktor letak sekolah yang berada di luar kota, sekitar 13 Km dari pusat kota dianggap terlalu jauh oleh masyarakat. ”Mungkin lokasi sekolah terlalu jauh dari pusat kota mempengaruhi minimnya minat masuk,” ujar Afwan Mustari, ST, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas yang juga salah satu perintis sekolah ini.
Selain minim siswa, dana masih jadi persoalan. Pada Ujian Nasional (Unas) 2009, SMK Negeri 4 hanya memperoleh Rp. 2,5 juta. Dana sekecil itu membiayai tiga ujian sekaligus. Ujian praktek, ujian sekolah dan Ujian Nasional. Ujung-ujungnya pihak sekolah yang harus memutar otak menyiasati kekurangannya. Beruntung, orang tua murid masih bersedia memikul tanggung jawab bersama sekolah. Afwan berharap, pemerintah harus lebih serius memperhatikan sekolah kejuruan yang memiliki prospek lebih menjanjikan.
Meski dengan sejumlah kendala yang dihadapi, tak lantas menyurutkan semangat sekoah ini untuk berprestasi. Buktinya, telah tiga kali menjadi tuan rumah lomba agrobisnis perikanan tingkat provinsi pada 2007, 2008 dan 2009 sekaligus dua kali juara satu yakni pada 2007 dan 2009. Pada tahun yang sama mewakili Maluku Utara dalam Lomba Kerajinan Siswa (LKS) Nautika Perikanan Laut di Bandung dan Jakarta. Dan pada 2009 ini, juara gerak jalan putera tingkat Kota Ternate memperingati HUT RI ke-64.
Mengemban visi menjadikan SMK Negeri Negeri 4 sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan kelautan yang berstandar Internasional serta sebagai pendorong pengembang usaha perikanan Indonesia. Visi tersebut dijabarkan dalam misi memberikan pelayanan pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat melalui diklat berstandar Internasional yang berorientasi pada bidang perikanan dan kelautan. Tujuannya, meningkatkan pelayanan pendidikan dan pelatihan melalui peningkatan organisasi dan memejemen sekolah yang baik serta akuntabilitas kinerja yang profesional, menyiapkan lulusan yang disiplin, kreatif, inovatif dan kompetensi dalam bidang perikanan dan kelautan yang mampu bersaing secara global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: