Plus Minus Tapak Tiga Plus

Kasus selingkuh baik dilakukan suami maupun isteri menempati urutan pertama perceraian di Kota Ternate. Malah swering Tapak Tiga Plus disebut-sebut penyebab perceraian karena dianggap menjadi tempat perselingkuhan.

PARA suami atau isteri hati-hati ke swering Tapak Tiga plus, jika hanya sendiri alias tidak bersama. Daerah yang menjadi tempat santai sambil menikmati aneka makanan, mulai dari pisang epe, air goraka hingga jagung bakar ini, disebut-sebut sebagai biang perceraian. Karena disana dianggap sebagai tempat perselingkuhan.

Data yang diperoleh pada Kantor Pengadilan Agama Negeri Ternate menyebutkan, pada 2008 terjadi 277 kasus permohonan talak dan cerai gugat di Kota Ternate. Jumlah ini terdiri dari 115 pemohon talak dan 162 cerai gugat. Dari total kasus tersebut, kasus selingkuh baik dilakukan suami maupun isteri menempati urutan teratas.

Urutan berikutnya keharmonisan rumah tangga, persoalan ekonomi, cemburu, krisis ahlak dan emosi. Bahkan, dalam proses persidangan dan pemeriksaan, ada saksi memberi keterangan pernah melihat suami berada di Tapak Tiga dengan perempuan lain. ”Tingkat perceraian di Kota Ternate paling tertinggi dari empat Pengadilan Agama Negeri lain yakni Soasio Tidore, Tobelo dan Labuha,” tutur Jainuddin Zaman, SH, Sekretaris Pengadilan Agama Negeri Ternate.

Kasus perceraian dipastikan akan meningkat hingga akhir 2009. Menurut Jainuddin, jumlah pemohon cerai 1 Januari hingga 31 Juli 2009 berjumlah 207 kasus. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah pada enam bulan ke depan.

Perceraian merupakan suatu kasus perdata yang dapat diselesaikan pada tingkat Pengadilan agama. Setiap tahun, banyak masyarakat yang mengajukan gugatan cerai. Yang menjadi inti penyebab perceraian karena ketidakpuasan terhadap hak yang dimiliki oleh setiap penggugat baik suami maupun istri.

Pemohon cerai gugat yang dikabulkan Pengadilan Agama Negeri Ternate termasuk sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena tingkat populasi penduduk Kota Ternate yang tinggi. Bahkan menurut Jainudin, jumlah pemohon cerai mengalami paningkatan apabila setelah adanya acara keramaian. Antara lain pesta rakyat dan pameran. Acara-acara seperti ini banyak suami atau istri sering berselingkuh sehingga mangakibatkan cerai.

Faktor lain yang menyebabkan suami atau istri mengujukan permohonan cerai karena tidak ada tanggung jawab. Selain keharmonisan dalam rumah tangga, faktor lain yang menyebabkan perceraian adalah persoalan ekonomi, cemburu bahkan krisis ahlak. Kawin muda juga merupakan salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Kota Ternate.

Orang muda mengalami emosi yang labil. Mereka cepat emosi yang mengakibatkan kemarahan yang mengancam rumah tangga. Ini bukan merupakan hal baru karena orang muda yang belum memiliki tingkat kematangn emosional dan belum teratur seringkali tidak mampu mengontrol sehingga menjadi bias keretakan rumah tangga. Namun angka pemohon kasus perceraian kategori kawin muda yang masuk ke Pengadilan Agama Negeri Ternate tergolong minim.

Dalam permohonan gugatan cerai masih dimungkinkan proses mediasi. Namun tidak semua proses mediasi yang dilakukan Pengadilan Agama Negeri Ternate itu berrhasil. Hal ini karena ada diantara pemohon yang mengaku, jika sampai mengajukan gugatan cerai karena sudah tidak tahan. ”Kalo so ajukan cerai berarti tong so tara poha,” tutur Jainuddin mengutip salah satu pemohon.

Ditulis dalam AGAMA. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: