Menguras Dana Minim Faedah

Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi

Pemda Maluku Utara dianggap paling boros dari sisi keuangan. Pemeriksaan BPK-RI Perwakilan Ternate tahun anggaran 2005 sampai dengan semester I tahun anggaran 2007 terhadap penyusunan neraca asset dan system neraca daerah tahun 2006 menemukan, pemborosan keuangan daerah mencapai Rp. 1,2 milyar lebih. Artinya, menguras dana minim faedah?

PEMERIKSAAN neraca asset dan system neraca daerah yang dilakukan selama 25 hari, mulai tanggal 24 Oktober sampai tanggal 27 November 2007 menjelaskan, pada tahun anggaran 2007 Pemda Maluku Utara melakukan pengadaan barang dan jasa berupa penyusunan neraca asset dan system neraca.

Pekerjaan ini dilaksanakan sebuah Perusahaan Jasa Penilai (Consultant Appraisal). Berdasarkan SK Gubernur Maluku Utara Nomor: 93.2/KPTS/MU/2007 tanggal 17 April 2007, ditunjuk PT. PAS sebagai pelaksana pekerjaan penyusunan asset melalui Surat Perjanjian Nomor: 072/SPK-PAS/IV/07 tanggal 17 April 2007.

Dengan Surat Perjanjian itu, pada 24 April 2007 keluarlah Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : 900/66.A/Keu/VI/2007 yang ditandatangani Kepala Bagian Pembukuan Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara sebagai pimpinan kegiatan penyusunan neraca asset senilai Rp. 486.625.000,-. Pihak pelaksana diberikan waktu hingga penyelesaian pekerjaan selama dua bulan sejak SPK dikeluarkan, terhitung mulai 24 April sampai 22 Juni 2007.

Pelaksana menyelesaikan pekerjaan tepat waktu berdasarkan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan (BAPP) No. 900/87/Keu/VI/2007 tanggal 21 Juni 2007. Dalam BAPP disebutkan, pekerjaan selesai dengan baik, namun dalam BAPP tidak disebutkan hasil pekerjaan yang dilaksanakan. Meski begitu, pelaksana dibayar penuh sesuai nilai kontrak melalui SPMU 1.02.03.17.58.5.2.1.02.01 senilai Rp. 486.625.000,- yang ditandatangani pula Kepala Bagian Pembukuan Biro Keuangan selaku pimpinan kegiatan.

Hasil pekerjaan tidak disebutkan, yang ada hanya realisasi pekerjaan konsultan berdasarkan laporan No.068/SPJ/PAS/2007 tanggal 20 Juni 2007 yang dituangkan dalam lampirannya terdiri dari Buku 1 sampai 3 berisikan bidang, golongan, jumlah satuan/volume barang dan dokumentasi foto. Buku Executive Summary berisi penjelasan tentang keberadaan asset dilingkungan Pemda Provisi Maluku Utara yang tersebar dibeberapa kabupaten.

Dalam temuan BPK-RI Perwakilan Ternate disebutkan, pelaksana pengelompokan asset atau barang daerah milik Pemda Provinsi Maluku Utara yang menjadi obyek inventarisasi, disusun sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2002 tanggal 18 Maret 2002 tentang Kode Barang Daerah provinsi/kabupaten/kota.

Penyusunan neraca asset yang disusun konsultan dalam bentuk Daftar Inventaris Barang (DIB) sesuai periode 2006 berdasarkan klasifikasi terdiri dari tanah, bangunan sipil, bangunan jalan dan jembatan, kendaraan bermotor, alat-alat berat, peralatan rumah sakit dan laboratorium, bagunan air, peralatan kantor serta peralatan studio dan komunikasi.

Namun hasil pemeriksaan atas realisasi pekerjaan Neraca Aset oleh PT PAS ditemukan, sebagian besar asset tetap milik Pemda Provinsi Maluku Utara tidak dicantumkan nilai asset tetap dalam laporan hasil inventarisasi asset dari Buki 1 sampai 3 dan Executive Summary.

Begitu pula pembuatan penyusunan laporan keuangan daerah (Sistem Neraca) tahun anggaran 2006. Berdasarkan Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor” 93.1/KPTS/MU/2007, tanggal 17 April 2007 tentang Penunjukan PT PRKP sebagai rekanan pelaksana pekerjaan Penyusunan Pelaporan Keuangan Daerah (Sistem Neraca) 2006 melalui Surat Perjanjian Kerja Sama Nomor : 900/65.A/KEU/IV/2007 tanggal 17 April 2007 dan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : 900/85/KEU/VI/2007 tanggal 23 April 2007 tentang Penyusunan Laporan Keuangan Daerah (Sistem Neraca) tahun 2006.

Surat Perjanjian dan SPK yang ditandangani pula Kepala Bagian Pembukuan Biro Keuangan sebagai pimpinan kegiatan itu dengan nilai kontrak Rp. 714.480.000,- dengan pekerjaan hingga penyelesaian selama 60 kerja terhitung sejak tanggal 23 April sampai 21 Juni 2007.

Pekerjaan yang dilaksanakan PT PRKP itu, memang selesai berdasarkan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan Nomor : 900/88/Keu/VI/2007 tanggal 21 Juni 2007. Penyusunan pelaporan keuangan daerah (Sistem Neraca) dan pihak kedua telah menyerahkan pihak pertama berupa laporan akhir penyusunan pelaporan keuangan daerah (Sistem Neraca) yang ditandatangani pula Kepala Bagian Pembukuan Biro Keuangan. Berdasarkan Berita Acara Penyerahan tersebut, rekanan dibayar lunas melalui SPMU, berdasarkan SK Gubernur Maluku Utara No.786/2007 tanggal 29 Juni 2007 sebesar Rp. 714.480.000,-.

Hasil evaluasi atas hasil pekerjaan rekanan atas pelaporan keuangan daerah (Sistem Neraca) tidak ada masalah, karena disusun sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 yang meliputi laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran 2006, laporan arus kas tahun anggaran 2006 dan Neraca sampai pada posisi Tahun anggaran 2006.

Namun berdasarkan hasil penilaian tim terhadap laporan keuangan yang dibuat rekanan dengan total asset senilai Rp. 327.831.531.791,87 dibandingkan dengan jumlah hutang dan kewajiban senilai Rp. 348.498.176,62 menunjukkan neraca yang disusun tidak seimbang (off balance).

Hal ini bertentangan dengan standar Akuntansi Pemerintah sebagaimana tertuang dalam pernyataan No. 7, bahwa akuntansi asset tetap adalah sumber daya yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh pemerintah sebagai dari akibat peristiwa masa lalu dan manfaat ekonomi dan social di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber daya yang diperlihara karena alasan sejarah dan budaya.

BPK juga menemukan, Pasal 3 Surat Perjanjian yang menetapkan bahwa lingkup pekerjaan laporan keuangan daerah (Sistem Neraca) dalam Surat Perjanjian Kerjasama No.900/65.A/Keu/IV/2007 tanggal 17 April 2007, mengakibatkan hasil kerja konsultan tidak dapat dimanfaatkan dalam laporan penyusunan keuangan daerah. Penggunaan keuangan daerah sebesar Rp. 1.201.105.000,- (Rp. 486.625.000,- + Rp. 714.480.000,-) menimbulkan pemborosan keuangan daerah. Hal ini disebabkan, konsultan penilai dan konsultan jasa keuangan tidak melaksanakan tugas sesuai kontrak yang disepakati.

Sebab itu, BPK-RI Perwakilan Ternate merekomendasikan agar konsutan penilai dalam hal ini PT PKP merevisi hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi, bahwa asset seharusnya ditetapkan nilai harga barang karena telah menjadi tanggung jawabnya. Begitu pula konsultan keuangan memperbaiki laporan keuangan yang disusun tidak seimbang (off balance).

Chalid Albaar, SE, Kepala Bagian Pembukuan Biro Keuangan Pemda Maluku Utara selaku penanggung jawab saat dikonfirmasi membantah penyusunan laporan perusahaan jasa penilai menimbulkan pemborosan keuangan daerah. Selaku penanggung jawab katanya, dia hanya menerima laporan realisasi kegiatan. Sementara jenis kegiatan bukan menjadi kewenangan Bagian Pembukuan.

Chalid malah menyalahkan pihak konsultan yang dalam laporan neraca asset hanya melaporkan realisasi tanpa mencantumkan jenis kegiatan. Begitu pula laporan keuangan yang disusun PT PRKP tidak seimbang (off balance). Tapi Chalid mengaku, penyusunan laporan keuangan daerah yang ditangani PT. PRKP telah diseimbangkan.

Menurut Chalid, prosedur penyusunan laporan keuangan 2006 Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara berpedoman pada peraturan Pemerintah No.24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntasi dan laporan pemerintah sebagaimana diatur pasal 8 PP No 24 tahun 2005. Namun dikarenakan penyusunan laporan realisasi Anggaran tahun 2006 masih mengacu pada Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 sehingga masih perlu konversi laporan realisasi anggaran menjadi laporan keuangan yang mengacu pada PP No. 24 Tahun 2005. Sayangnya, baik PT. PAS dan PT. PRKP selaku konsultan pelaksana, tak diketahui keberadaannya untuk konfirmasi.

Ditulis dalam DAERAH. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: