Petani Kopra : Nasibmu Kini

Petani kopra di Maluku Utara keberatan mengolah kopra mereka lantaran harga tidak sebanding dengan biaya produksi dan transportasi. Dimana keberpihakan pemerintah terhadap petani?

SUNGGUH malang nasib para petani kopra Maluku Utara. Disaat harga barang dan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) terus menanjak naik, justeru harga kopra dan hasil bumi lain terjun bebas. Kini, harga kopra tinggal berkisar antara Rp. 2.700 sampai Rp. 3.200 per kilogram. Paling tinggi mencapai Rp. 3.500 per kilogram, dan angka ini merupakan harga terendah pada tahun 2009 ini. Baca entri selengkapnya »

Realisasi Minim Investasi Maluku Utara

Realisasi investasi melalui investor luar negeri di Maluku Utara hingga 2008 tak sesuai rencana target. Sudah begitu, beberapa perusahaan tidak melaporkan realisasi investasinya.

DI wilayah provinsi Maluku Utara kini terdapat 28 perusahaan skala besar. Jumlah ini, 18 diantaranya perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan 10 sisanya perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Data yang diperoleh pada Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Maluku Utara menyebutkan, rencana investasi 18 PMA tersebut senilai 7.034.550.803 dolar. Sedangkan rencana investasi 10 PMDN tersebut sebesar Rp. 3.547.404.262.522 realisasi sampai 2008 hanya Rp. 193.838.533.522. Baca entri selengkapnya »

Beras Tak Perlu Dirisaukan

Stok beras untuk kebutuhan masyarakat Maluku Utara tak perlu dirisaukan. Kini, di gudang Dolog Ternate tersedia 7 ribu ton beras untuk kebutuhan tujuh bulan ke depan.

KEBUTUHAN beras selama bulan Puasa, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru di Provinsi Maluku Utara aman terkendali. Kini stok beras di Gudang Dolog Ternate tercatat sebanyak kurang lebih 7 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan masyarakat daerah ini pada tujuh bulan ke depan. Bahkan menjelang tiga bulan stok beras habis, Dolog sudah mendatangkan. Ini dilakukan agar beras tetap ada di Maluku Utara. Baca entri selengkapnya »

Investor Singapura Tertarik Garap Perikanan di Morotai

INVESTOR asal Singapura tertarik untuk menggarap potensi perikanan serta pertambangan di Kabupaten Morotai, Maluku Utara (Malut), khususnya di bidang budidaya mutiara dan kerapu.

“Para investor yang berinvestasi di Morotai sangat tertarik mengembangkan potensi perikanan dan pertambangan, sehingga dukungan masyarakat terutama dalam menjaga kondisi keamanan di Morotai sangat dibutuhkan,” kata Pj Bupati Morotai Muchtar Daeng Barang di Ternate, Jumat (16/10) Baca entri selengkapnya »

Ivestasi Terhalang Kebijakan

MALUKU Utara memiliki kekayaan alam berlimpah. Sumber daya alam yang terkandung di perut bumi Malut terbilang cukup untuk menyejahterakan rakyat di jazirah Moloku Kieraha. Namun kebijakan ekonomi pemerintah daerah dinilai membelenggu minat investor baik domestik maupun mancanegara yang hendak menanamkan uangnya di bumi para raja-raja ini. Baca entri selengkapnya »

Kota Ternate Alami Deflasi 1,07 Persen

KOTA Ternate, Maluku Utara (Malut) pada Juni 2009 mengalami deflasi sebesar 1,07 persen, atau terjadi penurunan Indek Harga Konsumen (IHK) dari 118,27 pada Mei 2009 menjadi 117,01 persen pada Juni 2009. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malut Ibram Syahboedin di Ternate, Rabu mengatakan Ternate merupakan salah satu dari 19 kota di Indonesia yang pada Juni 2009 mengalami deflasi.

Deflasi di Kota Ternate pada Juni 2009 dipengaruhu oleh kelompok bahan makanan yang mencapai 4,25 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,55 persen, dan kelompok perumahan 0,00 persen serta kelompok sandang 0,19 persen. Selain itu, kata dia, juga dipengaruhi oleh kelompok kesehatan 0,37 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,09 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,22 persen. Baca entri selengkapnya »

Antam Garap Sendiri Proyek Nikel di Maluku Utara

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memutuskan untuk menggarap sendiri pengembangan sumber daya nikel laterit di wilayah Buli, Halmahera, Maluku Utara setelah BHP Billiton mengumumkan mundur dari proyek itu. “Kita akan kembangkan sendiri. Kita ingin supaya jangan sampai tertunda eksploitasi pengembangannya. Jadi kita tetap maju sendiri,” kata Direktur Utama PT Antam Tbk, Alwiansyah Lubis. Hal itu diungkapkan Alwinsyah usai acara penandatandatangan MoU antara PT Aneka Tambang dengan Pemda Kalteng, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis, pecan lalu. Baca entri selengkapnya »